Senin, 12 Oktober 2009

Surat Kuasa Umum

Mengingat isi kuasa umum sangat luas, kuasa ini biasanya hanya diberikan antara keluarga. Misalnya, antara bapak kepada anak atau suami kepada isterinya. Selain itu, kuasa umum biasanya hanya diberikan secara garis lurus ke atas atau ke bawah, tidak ke samping. Namun, kuasa umum dapat juga diberikan selain kepada keluarga terdekat tersebut, seperti dari seseorang majikan kepada karyawan kepercayaannya.

KUASA UMUM
Nomor: ..........

Pada hari ini ..........., tanggal .........., pukul .........., menghadap kepada saya, notaris .......... Tuan .........., pekerjaan .........., bertempat tinggal di .........., nomor .........., Kota ..........
Penghadap dikenal oleh saya notaris.
Penghadap menerangkan dengan ini memberi kuasa kepada anaknya .........., pekerjaan .........., bertempat tinggal di .........., jalan .........., nomor .........., Kota ..........

----- PADA UMUMNYA -----

1. Mewakili penghadap (selanjutnya disebut sebagai Pemberi Kuasa) seluas-luasnya dan dimana pun, baik mengenai kepentingan-kepentingan pemberi kuasa sendiri maupun untuk mewakili pemberi kuasa didalam pangkat, kedudukan, atau jabatan apa pun yang sekarang ini sudah dipegang atau diduduki oleh pemberi kuasa, untuk mengurus, menguasai, memegang, menjaga dan menjalankan segala hak dan kewajiban dan kepentingan pemberi kuasa dan/atau siapa pun yang diwakilinya didalam hal dan keadaan bagaimana pun.
2. Pemegang kuasa berhak mengurus, membeli, menjual, menukarkan, menerima, menyerahkan, dan menyuruh menyerahkan barang-barang yang bergerak atau tidak bergerak, serta hak-hak dan lain-lainnya.
3. Pemegang kuasa berhak membuat, menyuruh membuat, menerima, atau menolak hadiah-hadian atau hibah-hibah, membuat perjanjian-perjanjian penjualan atau pembelian, menetapkan harga dan syarat-syarat serta perjanjian-perjanjiannya, serta membuat perjanjian sewa menyewa dan menetapkan syarat-syarat serta perjanjian-perjanjiannya. Selanjutnya membuat perjanjian-perjanjian dengan syarat-syarat yang dipandang pantas oleh pemegang kuasa dengan seksama, melaksanakan perjanjian
3
yang telah dibuat serta menuntut supaya orang lain berbuat demikian, serta meminta pecahnya atau batalnya perjanjian-perjanjian dengan minta atau tidak suatu ganti rugi.
4. Pemegang kuasa berhak menagih dan menerima uang sewa, pembayaran bunga upah, gaji, dan juga pembayaran-pembayaran yang menjadi haknya pemberi kuasa
5. Pemegang kuasa berhak menandatangani segala akta dan surat, memberi kwitansinya untuk segala penerimaan.
6. Pemegang kuasa berhak mengambil semua tindakan yang menurut keadaan dianggap perlu oleh pemegang kuasa, jika ada seseorang yang tidak membayar kewajibannya pin-jamannya atau menunda pembayaran pinjamannya.
7. Pemegang kuasa berhak mengajukan permintaan agar siapa pun yang tidak membayar pinjamannya dinyatakan pailit.
8. Pemegang kuasa berhak membayar pinjaman-pinjaman dan biaya-biaya serta me-nawarkan pembayaran kepada yang berhak menerimanya dan jika pembayaran ter-sebut ditolak, menyerahkan pembayaran tersebut kepada hakim
9. Pemegang kuasa berhak membuat persetujuan-persetujuan supaya suatu perkara diputus oleh hakim dengan syarat-syarat yang dianggap pantas oleh pemegang kuasa, jika dirasa perlu.
10. Pemegang kuasa berhak meminta/mengajukan permohonan hak Milik, hak guna usaha, hak guna bangunan, hak pakai atau hak lain atas tanah, menerima atau melepaskan serta menyerahkan hak-hak tersebut.
11. Pemegang kuasa berhak menandatangani surat-surat wesel, surat-surat aksep, dan surat dagang, serta memberikan hak-hak yang dapat dipergunakan atas kekuatan surat-surat tersebut kepada orang lain atau membayar jumlah yang tersebut dalam surat-surat itu pada waktu yang telah ditetapkan.
12. Pemegang kuasa berhak menerima dari orang lain dan menjual surat-surat atau meminta pembayaran atas surat-surat tersebut pada hari yang telah ditentukan, serta membuat protes dan pada umumnya melakukan semua perbuatan yang termasuk dalam lingkungan perniagaan wesel.
13. Pemegang kuasa berhak menjalankan uang, memasukkan dalam dan/atau menarik uang dari bank, menerima uang dengan menandatangani dan memberikan cek atau surat berharga lain, menerima dan memasang hak tanggungan atau menggadaikan, serta membatalkan atau mencabut tanggungan tersebut dan memberikan pembebasan.
14. Pemegang kuasa berhak menghidupkan perseroan-perseroan dagang berjenis apapun, menjual dan membeli andil-andil dalam perseroan-perseroan yang pada waktu sekarang ini sudah atau yang dikemudian hari akan didirikan dan melakukan
4
penggantian nama seperlunya, menerima pembayaran-pembayaran, turut hadir dalam rapat-rapat pemegang andil dan mewakili pemberi kuasa atau siapa pun yang diwakilinya serta mengeluarkan suara, berbuat seperlunya untuk melakukan pendaftaran-pendaftaran, memberi pembebasan dan mendaftarkan atau membatalkan tanggungan-tanggungan apa pun.
15. Pemegang kuasa berhak meminjamkan uang dengan atau tidak membayar bunga, menandatangani dan menyerahkan surat-surat aksep dan/atau surat pinjaman kepada orang lain, memberi tanggungan atau mengikat barang-barang pemberi kuasa atau yang diwakilinya, baik barang-barang bergerak maupun barang-barang tidak bergerak dan untuk satu dan lain membuat dan menerima semua syarat-syarat yang oleh pemegang kuasa dianggap pantas dan baik, serta mengikat pemberi kuasa atau yang diwakilinya baik sendiri-sendiri atau bersama-sama dengan orang lain sebagai penanggung (borg).
16. Pemegang kuasa berhak menerima surat-surat, paket-paket, wesel-wesel pos, surat-surat kawat dan barang-barang dari kantor pos atau dari siapa pun, serta menandatangani surat-surat penerimaan dan jika perlu pemegang kuasa boleh membuka dan membalas surat-surat dan surat-surat kawat tersebut.
17. Pemegang kuasa berhak melawan beban-beban, pajak-pajak, dan mengajukan ke-beratan-keberatan, mengurus di luar atau dengan perantaraan pengadilan segala urusan pa-jak dan menjalankan, mengurus, serta memperhatikan hak-hak dan ke-pentingan-kepentingan pemberi kuasa dan/atau yang diwakilinya.
18. Pemegang kuasa berhak mewakili pemberi kuasa dan/atau yang diwakilinya dalam urusan warisan, meminta penaruhan atau pencabutan penyegelan beslag atau me-lawan itu.
19. Pemegang kuasa berhak menggunakan hak untuk menimbang atau memeriksa, me-nerima warisan (baik dengan tiada perjanjian maupun dengan hak istimewa untuk mencatat), atau menolaknya.
20. Pemegang kuasa berhak meminta agar dibuat catatan warisan atau tulisan itu dilihat ketika catatan atau tulisan itu dibuat.
21. Pemegang kuasa berhak hadir dalam segala rapat atau sidang, turut berembug, dan mengeluarkan suara.
22. Pemegang kuasa berhak mengangkat dan memberhentikan pegawai-pegawai, serta mengatur gaji mereka.
23. Pemegang kuasa berhak meminta, menetapkan, atau turut menetapkan kerugian dan lain-lain kerugian, menerima kerugian-kerugian itu dan menandatangani, serta memberikan kwitansi.
24. Pemegang kuasa berhak meminta ijin-ijin, lisensi-lisensi, dan deviden.
5
25. Pemegang kuasa berhak menahan atau membeslag barang-barang, baik bergerak maupun tidak bergerak, hak-hak dan uang tunai, menuntut semua perkara yang bersangkutan dengan penahanan atau pembeslagan itu di pengadilan, membatalkan penahanan atau pembeslagan itu, menjual barang-barang yang ditahan atau dibeslag dan menerima uang pendapatan penjualan dengan memberikan kwitansi.
26. Pemegang kuasa berhak mewakili pemberi kuasa dan/atau siapa yang diwakilinya dalam semua perkara, baik perkara perdata, perkara pelanggaran maupun perkara pidana, minta, menerima atau menolak sumpah serta mengangkat sumpah, menyanggah saksi-saksi dan hakim untuk itu memberitahukan sebab-sebabnya, membereskan perkara-perkara dengan perantaraan pengadilan atau dengan perdamaian dan untuk itu menggunakan segala daya upaya yang diperkenankan oleh hukum, meminta agar keputusan-keputusan dijalankan juga dengan menggunakan hukuman badan atau meminta keputusan pengadilan yang lebih tinggi, menahan atau membeslag barang-barang serta uang tunai dari orang lain, mengangkat pengacara dan juru sita dan memberikan kepada mereka kuasa yang diperlukan dan mencabut kembali kuasa-kuasa itu, membuat perdamaian, mengangkat ahli-ahli perdamaian untuk memutus suatu perkara. Untuk keperluan-keperluan tersebut membuat atau meminta dibuatkan akta-akta dan surat-surat, menandatanganinya, mengajukan dan menarik kembali surat-surat dan akta-akta, memilih tempat kedudukan dan dengan ringkas untuk keperluan-keperluan yang tersebut di atas itu mengerjakan atau melakukan segala perbuatan apapun yang menurut keadaan diperlukan atau dirasa baik oleh pemegang kuasa, walaupun untuk melakukan suatu perbuatan diperlukan kuasa istimewa, kuasa harus dianggap juga diberikan di dalam akta kuasa ini.
Dengan penetapan bahwa kuasa ini diberikan dengan hak substitusi, bahwa kuasa ini diberikan dengan hak juga untuk mencabutnya kembali. Menghadap kepada saya, notaris dengan dihadiri oleh saksi-saksi tersebut di akhir akta ini. Tuan .........., tersebut di atas yang saya Notaris kenal dan yang menyatakan menerima baik kuasa menurut akta ini.

------ Demikianlah akta ini ------

Dibuat dan diresmikan di .........., pada hari dan tanggal seperti tersebut di atas dengan dihadiri oleh .........., dan .........., keduanya pegawai notaris dan bertempat tinggal di .........., dan di .........., sebagai saksi-saksi.
6
Setelah akta ini oleh saya, notaris bacakan kepada para penghadap dan para saksi tersebut, maka segera akta ini ditandatangani oleh para penghadap, saksi-saksi tersebut dan saya, notaris.

Penerima Kuasa Pemberi Kuasa
.......... ..........
Notaris
..........
Saksi-saksi
.......... ..........

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar